Pilihan Yang Tidak Dapat dipilih

September 13, 2006

Pilihan adalah suatu ujian. Hanya ada dua kemungkinan untuk pilihan tersebut, dipilih atau tidak dipilih. Akan tetapi akan berbeda jika pilihan tersbut tidaklah dapat engkau pilih. Menyedihkan bukan :( .

Ketika sedang maraknya Pemilu, Pilpres, Pilkada, dan di Pekalongan ada PILCARIS. Semenjak muncul kegiatan pemilihan maka dunia jajak pendapat semakin seru. Dan dari jajak pendapat itulah hasil dapat di prediksikan.

Menarik untuk menyimak Pilcaris di Pekalongan. Disitu ada dua calon yang maju, akan tetapi dari kedua calon tersebut, menurut jajak pendapat terakhir menyebutkan bahwa calon-calon yang diajukan ditolak oleh masyarakat, sehingga ada kekosongan calon dalam kegiatan tersebut. dapat dikatakan menyedihkan tapi dapat pula dikatakan tidak menyedihkan. Karena sama-sama samar sehingga ketidaksetujuan atau penolakan tersebut akan membawa konsekuensi logis bahwa perjalanan itu menjadi bertambah satu track lagi.

Semua itu masih merupakan jajak pendapat /pendapat orang lain (benar atau salahnya belum teruji juga, walo ada yang komentar bahwa 99% pendapat mereka adalah benar karena mewakili :( ). Wow 99% :-? …..sebuah angka persentase yang funtastis bukan :-/ . Aku sendiri akhirnya bertanya … apakah komentar dan jajak pendapat mereka yang tidak menyetujui /menolak itu apakah salah satu jawaban dari-Nya?

Buat mas dhika…. how is this :-?

Puisi…..

September 12, 2006

Pagi ini kusempatkan baca milis, ee ada yang bagus neh puisinya..

Biarkan hari2 bertingkah semaunya
Buatlah diri ini rela ketika ketentuan_Nya bicara
Dan jangan gelisah dengan kisah malam
Tidak ada kisah dunia ini yang abadi …

Biar Cinta itu Bermuara Dengan Sendirinya….

Kenapa tak pernah kau tambatkan.
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu.
pelabuhan tenang yang mau menerima.
kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada.
satu pelabuhan kecil, yang kemudian.
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk
selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

( Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka,
kumpulan puisi 7 penyair serang)

setujukan teman-teman dan sahabat-sahabatku ?

Sang Petualang

September 11, 2006

Sang Petualang.
Ini adalah gambaran petualangan ide dan ide petualang yang muncul dalam benak penulis. Sulit nulis dan sulit runtut dalam berpikir.

Jika ada sesuatu yang berharga dalam hidup ini adalah sahabat dan persahabatan. Sulit untuk mendeskripsikan suatu rasa dalam persahabatan karena ada kompleksitas rasa. Saling merasa membutuhkan, rasa untuk berbagi, dan buanyak banget deh pokoknya…… Itu dunia yang mikro tapi disitu pula akan ditemukan dunia yang makro yaitu kehidupan bermasyarakat.

Petualangan dalam persahabatan.
Manusia itu pada intinya adalah makhluk yang bermasyarakat.
Ketika satu masyarakat menolak atau menjauh dari seseorang, maka masyarakat yang lain akan menerimanya, mengapa ? karena manusia pasti bermasyarakat. Ketidakcocokan yang satu akan berubah dengan kecocokan dengan yang lain. Karena sahabat itulah maka suatu komunitas kecil itu dapat dikatakan sebagai masyarakat. Masyarakat yang hadir dan berkembang disebabkan karena kebiasaan yang pernah hidup dalam lingkaran yang sama dan sama-sama melingkar dalam kondisi yang tidak menentu.
Mungkin akan sulit dimengerti benang merah dari tulisan ini apalagi mendapatkan pokok masalahnya karena terlalu banyak yang tidak bisa untuk diungkapkan dengan kata-kata dan tulisan seperti ini. Terkecuali bagi yang mengerti tentang bahasa kalbu (kayak lagunya TTDJ y :) ). Jadi pemahaman itu akan muncul dari bahasa hati yang karena mengalir/mengalun pada gelombang yang sama.

Jadi apa sebenarnya yang mau di-share ?
Persahabatan. Ku lalui banyak dunia persahabatan, baik yang disukai ataupun yang tidak disukai. Hal yang tidak disukai sebenarnya adalah rasa suka yang terbuang dan yang disukai adalah rasa tidak suka yang terbungkus rapi oleh harum dan wangi. Jadi jangan bilang suka lebih dulu jika engkau belum tau rasa membencinya dan jangan membencinya lebih kalo tidak pernah mengerti rasa suka padanya.

Lampuuk , 20 Bulan setelah Tsunami

September 8, 2006

Lampuuk, Aceh Besar, 20 bulan pasca tsunami
Lampuuk merupakan salah satu daerah di tepi Pantai Lhoknga yang mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Kerusakan itu tergolong parah karena letaknya yang hanya beberapa meter saja dari pinggir pantai. Sewaktu awal/pertama kali datang kesana, daerahnya masih sepi sekali. Tercatat terdapat 6000 orang yang tinggal disana akan tetapi setelh tsunami hanya tinggal 400 jiwa saja yang selamat.
22-27 Agustus 2006 saya berkesempatan datang lagi ke daerah itu untuk mengamati kembali perubahan (kualitas air tanah dan lingkungan) disana. Dari beberapa sumur yang dulu pernah diambil sampelnya diukur lagi dan diambil sampelnya lagi agar diketahui perubahan kualitasnya. Beberapa air sumur sebenarnya sudah layak untuk dikonsumsi masyarakat karena secara dari hasil pengukuran menggunakan EC meter (electro conductivity meter) menunjukkan besaran nilai 300 - 500 mikromohs, pH 7, dan secara fisik sudah tidak berbau, jernih. Sementara itu masih ada beberapa lokasi yang kualitas air sumurnya masih jelek. Air sumur ini mempunyai nilai EC > 1400 mikro mohs, pH 6-8, warna keruh. ayoooo, bapak, ibu, abang, di Lampuuk dimanfaatin dan diambil terus donk air sumurnya sehingga biar cepat jadi bagus kualitas airnya.
Semoga dengan datangnya musim penghujan dan sering dimanfaatin airnya, maka kualitas airnya menjadi lebih bagus dan dapat digunakan lagi sebagai air minum.

Tour de Java

Sekelumit perjalanan sebulan yang lalu
Tak terasa, hitung punya hitung ternyata hampir ada 1 bulan penuh melakukan perjalanan luar kota. Dimulai dari Kota Malang 24-29 juli 2006 untuk kegiatan PIMNAS UGM. Kemudian hanya semalam saja merebahkan badan ini di tempat tidur, pagi harinya (hari minggu pagi) langsung menuju Kota Atlas, Semarang untuk menghadiri perhelatan saudara saya dalam rangka melepas masa lajang /pernikahan. Ternyata tidak sampai di semarang saja, sore harinya kembali ke yogya lagi dan senin pagi hari dilanjutkan ke ciamis. Wooooow ….. kebayang kan padatnya agenda hari-hari itu. Waktu berangkat ke Malang dengan Spoor (kereta) kemudian pulangnya naek kijang (mobil kijang lo..). Pagi harinya waktu ke Semarang bukannya pake kijang lagi tapi kali ini pakainya motor roda 2.
Ciamis mengamati tentang kerusakan yang disebabkan oleh tsunami yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 yang lalu. Ini merupakan survei lanjutan sekaligus melengkapi beberapa data yang belum sempat terkumpul dari survei yang pertama. Hasilnya ternyata ada daerah yang masih lumayan rusak (Ds Bulak benda, Kec. Cimerak). Daerah ini berhadapan langsung dengan laut sehingga kerusakan bangunan lebih banyak, dan daerah ini cukup terisolir sehingga recovery cukup lambat walo sudah banyak bantuan datang.
Perjalanan Pangandaran, Ciamis berakhir tanggal 3 Agustus 2006, kemudian kembali ke kota Yogya dengan melewati Daerah Cilacap. Cilacap juga terpengaruh oleh efek gelombang tsunami yang terjadi di Pangandaran.
Pacitan.
Sekembali dari Ciamis dan Cilacap, Perjalanan kembali dilanjutkan ke Pacitan Jawa Timur (9 - 13 Agustus 2006). Survei kali ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dari masyarakat setempat (di pesisir pantai) tentang kejadian tsunami dan pengetahuan mereka tentang kemungkinan terjadinya tsunami di Pacitan. Rata-rata masyarakat yang kami temui mengetahui bahaya tersebut, akan tetapi mereka masih tetap bertahan di sekitar pantai.
dapat dibayangkan jika dalam literatur-literatur ilmiah , disebutkan bahwa Indonesia mempunyai garis pantai sepanjang 81.000 km, maka dalam waktu satu bulan kami telah menempuh kurang lebih 300km. Lumayan panjang rute yang kami lalui karena wilayah Jawa mempunyai garis pantai sekitar 1100 km.
Sepanjang itulah perjalanan yang kami lalui kemaren dan sepanjang itulah sebenarnya daerah-daerah di Pulau Jawa bagian Selatan tergolong sebagai daerah rawan bencana.